Tags

, ,

Selama ini tidak ada larangan bagi karyawan untuk mencoba job vacancy yang lebih baik. Toh selain hak asasi, pada pada dasarnya setiap manusia selalu ingin membenahi hidupnya, termasuk karirnya. So, kalau anda memang yakin bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, apa salahnya mencoba. Tapi bagaimana cara yang efektif untuk melamar pekerjaan ke tempat lain sementara anda masih terdaftar dan terikat di satu perusahaan?

Bingung? Nggak perlu deh! Kalau anda mau tau, sebenarnya kunci melamar pekerjaan saat anda masih berstatus karyawan di perusahaan, terletak pada kepandaian anda mengatur waktu dalam mencari pekerjaan baru. Untuk itu anda harus mempelajari situasi, kapan waktu yang tepat untuk membuat resume dan menyiasati waktu untuk melakukan interview di sela-sela waktu kerja.

Dalam hal ini anda harus mendapatkan pekerjaan baru tanpa menimbulkan anggapan ‘nggak enak’ di mata rekan-rekan, terlebih bos anda. Nah, biar nggak keder coba deh tips jitu berikut ini:

Gunakan e-mail terpisah
Hati-hati, jangan gunakan e-mail perusahaan untuk mengirim resume atau surat lamaran. Karena seluruh kegiatan e-mail anda akan mudah dilacak oleh perusahaan. So, gunakan e-mail terpisah, buatlah e-mail pribadi untuk keperluan pribadi anda termasuk mengirim cv, resume atau lamaran. Ingat, jangan terlampau sering mengirim lamaran by internet dalam satu hari. Karena selain akan memangkas waktu kerja anda, lama-lama bos akan mengetahui kegiatan anda yang satu ini.

Selektif memilih waktu
Pilihlah waktu yang tepat untuk membuat surat lamaran. Saat anda sibuk dan butuh konsentrasi jangan sekalipun membuat resume. Kalau pekerjaan anda sudah longgar barulah anda boleh membuat resume. Kalau perlu korbankan waktu istirahat anda sejenak untuk membuat dan mengirim resume. Pendek kata, kegiatan baru ini jangan sampai mengganggu pekerjaan anda.

Selektif melamar
Pilihlah lowongan kerja yang benar-benar sesuai dengan kemampuan, minat, dan keinginan anda. Jangan mentang-mentang mau buru-buru pindah, anda asal melamar kerja tanpa mempertimbangkan kualifikasi dan kemampuan anda. Ini juga untuk menghindari panggilan interview yang sia-sia.

Cari alasan
Saat memenuhi panggilan interview pikirkan alasan yang tepat agar anda bisa keluar kantor untuk memenuhi panggilan tersebut. Siasatilah waktu sedemikian rupa agar anda bisa interview tetapi tidak perlu bolos kerja. Karena itu, saat anda dihubungi untuk wawancara, tanyakan kepastian waktunya. Misalnya jika anda dipanggil wawancara jam 2, anda tetap bisa masuk kerja seperti biasa sejak pagi. Kemudian perkirakan waktu yang pas untuk meninggalkan kantor. Jika lokasi wawancara tidak terlalu jauh dan perjalanan bisa ditempuh dalam waktu
30 menit, nggak perlu meninggalkan kantor satu jam sebelumnya. Kalau masih memungkinkan kembalilah ke kantor begitu selesai wawancara.

Tutup mulut
Tahan diri anda untuk tidak mengumumkan kepada rekan-rekan kerja mengenai rencana kepindahan anda. Kalau memang anda ingin bercerita cukup memberitahu pada seorang yang anda percaya. Ini untuk menghindari anggapan bahwa anda adalah termasuk dalam daftar karyawan yang sudah tidak betah. Karena walau memang anda sudah tidak betah tetapi bukankah lebih baik anda menyimpan rencana anda dalam hati untuk menghindari suara-suara ‘sumbang’ dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika anda sudah mendapat kepastian diterima di perusahaan baru, barulah anda beritahukan hal ini kepada bos. Bicarakan secara baik-baik rencana kepindahan anda beserta alasan yang paling rasional. Toh anda datang secara baik-baik maka anda pun harus pamit secara baik-baik pula. Jangan lupa selesaikan pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawab anda. Ingat, hari-hari terakhir menjelang kepindahan anda, anda harus meninggalkan kesan sebaik mungkin di mata bos dan rekan-rekan. Dengan demikian, anda bisa resign dan pindah kerja dengan sukses kan?

source: internet