Marbol Mini Ala Zeb

marbol-ala-zeb

Cukup lama jugak nggak ngupdate blog yang gak seberapa ini. Kali ini kita coba main-main lagi ke dapur dan membuat marbol mini. Yup, marbol atau martabak bolu, tentu saja dengan menggunakan resep kombinasi ala zeb dalam versi mini. Jikalau ternyata ada kesamaan bahan, cara pembuatan ataupun bentuk dengan martabak bolu yang pernah diposting diblog lain, mohon dimaklumi. Karena bisa jadi empunya blog ini (itu saya) mungkin mengingatnya dari resep-resep yang pernah dibacanya diblog atau situs lain di internet.

Okeh, kita mulai saja. Berikut bahan-bahan yang harus disiapkan:

– 300 gr terigu
– 2 sdt baking powder
– 1 sdm ragi instan
– 4 sdm margarin dilelehkan
– 250 ml susu full cream cair (bisa diganti dengan 200 gr susu full cream bubuk dicampur 250 ml air)
– 1 btr telur
– vanili bubuk secukupnya
– gula pasir 4 sdm
– garam bila perlu

Catatan tambahan: bisa menggunakan susu cair coklat bila mau. Jika menggunakan susu coklat bisa tanpa memakai gula atau tetap pakai gula jika ingin lebih manis (seperti sayah :))

Cara membuatnya:
– campur terigu, baking powder, ragi, gula pasir , vanili, aduk rata
– aduk telur hingga rata, kemudian masukkan susu cair dan mentega ke telur lalu aduk rata
– masukkan campuran tepung ke dalam campuran telur tadi lalu aduk hingga adonan rata dan mengental.
– garam dimasukkan terakhir (bisa juga tidak menggunakan garam karena rasa asin sudah didapatkan dari margarin)
– diamkan adonan lebihkurang 20-30 menit agar mengembang.
– Jika adonan sudah cukup mengembang dari adonan semula, adonan sudah siap untuk dimasak.
– Untuk topping terserah pada selera masing-masing. Versi sayah, memakai taburan kismis, potongan keju lembar atau parut, dan meses.

Untuk cetakan kami menggunakan cetakan martabak mini lebih kurang seperti pada gambar dibawah (diambil dari http://www.kaskus.co.id/). Hanya saja yang ada didapur kami lubangnya lebih banyak (sekitar 12 lubang) dan lebih kecil diameter lubangnya.

cetakan-martabak-mini

Bagi yang nggak punya cetakan, bisa menggunakan wajan teflon kecil yang diameternya lebihkurang 12-14cm. Dan hasilnya nanti akan seperti ini:
martabak-bolu

Cakep kan??🙂

Antara Menikah dan Berumahtangga

Tags

Barusan ada seorang teman buat status dihalaman FB-nya sbb:
hmmm… mo nanya ama pelaku perumahtanggaan😀 ada tanya ketika membaca tabloid Um** jadul, seperti yang saya kutip berikut,

“Menikah itu mudah, tetapi berumahtangga itu sulit.” <<< Kamsudnya pegimane inih ???? bagi saya koq rasanya menikah itu tidak mudah ya ~.~

"Bagi seorang lelaki, berumahtangga adalah mengambil seonggok beban lahir batin, dunia-akhirat." <<< ah, bagi wanita juga sama deh :hmmm:

Yaaa, meskipun saya bukan seorang pemberi masukan yg baik, dan juga bukanlah seorang ahli dalam urusan perkawinan atau pernikahan. Namun sebagai seorang teman, cuma opini berikut yg bisa saya bagi ke sahabat saya tersebut.
Kalo hanya sekedar nikah itu gampang bu sebenernya, ada mempelai pria dan wanita, ada niat, ada mas kawin meski cuma qur’an dan perangkat sholat, ada penghulu, wali dan saksi, sudah bisa melangsungkan pernikahan.
Tapi konsekuensi nikah adalah menjalani rumah tangga itu sendiri, dan itu yg nggak mudah.
Karena utk bisa menjadi keluarga yg samara nggak cukup hanya nikahnya saja, tp kudu bisa menjalani tahun2 berumah tangga agar bisa bertahan hingga akhir dlm keharmonisan tanpa salah satu pihak merasa terbebani dimasa tuanya. Setidaknya itu versi menurut aku ya🙂

Well, that just an opinion afterall, from a person who isnot an expert at all.

Posted w/ WP4BB on reD netWork

Jenis – jenis Sablon Digital

Tags

, ,

Transfer paper
Jenis kertas ada dua:
1. Utk light fabrics (kaos terang/putih)
2. Dark Fabrics (kaos gelap/hitam)

Tinta:
1. Original ink (epson durabrite ‘s the best) –> disarankan.
2. Kalo pake infus, gunakan tinta pigmen –> gak apa2 deh
3. laserjet –> bagus juga tapi sayang toner nya mahal.
**Jangan gunakan tinta infus yg dye ink –> cepat luntur hanya warna saja yg lbh bright.

Proses:
A. Utk paper kaos putih:
1. Design
2. Print terbalik (mirror) pada kertas transfer.
3. Letakan kertas yg di print menghadap kaos.
4. Press dgn mesin heatpress (100-150 drajat, 5-10 detik)
atau menggunakan strika gosok perlahan dan merata.
5. lepaskan (kupas) lapisan penutupnya stl dingin.
B. Utk paper kaos hitam:
1. Design
2. Print (jangan di mirror)
3. Letakan di atas kaos (bagian terprint menghadap ke atas).
4. Tutup (lindungi) kertas transfer dgn kertas khusus (spt kertas minyak) — beli selalu ada kertas ini di dalamnya–
5. Press dgn mesin heatpress (100-150 drajat, 5-10 detik)
lepaskan kertas pelindung tadi. setelah dingin.

Keuntungan pakai sistem ini:
1. kerjaan mudah. Proses cepat.
2. gambar full color as far as printer bisa ngeprint.
3. Dapat di atas kaos cotton, Polyester, polycotton, silk, kanvas, dsb.

Kerugian:
1. Diperlukan perawatan khusus utk kaos yg dicetak dgn transfer paper (cuci tdk di kucek/sikat, tdk menggunakan bleach, ttdk boleh rendam terlalu lama, jgn gunakan pengering dryer machine, sebaiknya diangin2kan saja, setrika tdk langsung kena transfer paper, jangan dipakai tidur).
2. jika menggunakan tinta infus dye ink cepat luntur.
3. seapik apapun dlm merawat kaos, transfer paper akan rusak, pecah, atau terkelupas setelah beberapakali cuci (10-20X cuci jika dirawat dgn baik).

Target market:
jenis digital transfer ini sebaiknya (efektif) digunakan utk even2 tertentu yg memerlukan penanganan cepat (spt kampanye, acara tv, panitia acara live music, just for fun dsb). Bukan utk konsumen yg menginginkan kaos utk dipakai selamanya.

Digital T-shirt: Sublimation

Jenis Tinta:
Khusus sublime

Printer:
Inkjet (epson)

Kertas:
1. HVS –> boleh aja
2. Inkjet –> banyak yg pakai
3. kertas khusus sublimation –> paling bagus

Proses:
1. Design
2. Print terbalik (mirror) di kertas
3. Letakan di atas kaos (warna terang dan mengandung polyester) gambar menghadap kaos.
3. Press dgn mesin heat press (200-250 derajat, 40-50 detik)

Keuntungan:
1. Proses cepat, mudah, gak ribet
2. Warna cerah million colors.

Kerugian:
1. Hanya bisa di kaos yg mengandung polyester (PE, TC, polycotton, silk, satin). –> ini banyak yg kurang suka dgn jenis bahannya.
2. Warna akan semakin cerah jika mengandung polyester 100%. –> kaos makin panas.
3.Hanya bisa di kaos warna terang. –> tdk ada tinta warna putih.

Target market:
Efektif utk kaos rombongan (tour), even2 kantor, kelompok anak2 sekolah, dsb yg tdk mengutamakan personal touch. Biasanya market perorangan banyak yg complain mengenai kualitas bahan kaos.

Duracotton

Jenis Tinta:
Sublime

Kertas:
Khusus Duracotton

Proses:
1. Letakan kertas duracotton diatas kaos (cotton) bagian yg mengkilat menghadap ke kaos.
2. Press dgn mesin heatpress (200 derajat, 20 detik)
3. lepaskan kertas, bahan polymer akan merekat pada kaos cotton.
4. Design dan print mirror dgn tinta sublime.
Letakan gambar di atas kaos yg telah ada polymernya tadi.
5. Press dgn mesin heatpress (200 derajat, 40 detik)

Keuntungan:
1. Proses sublimasi dapat di atas kaos cotton.

Kerugian:
1. warna tidak secerah sublimasi di atas polyester.
2. Hanya bisa di atas kaos putih/terang (warna kaos terang lain bisa tapi bekas polymer akan terlihat samar2).

Target market:
untuk personal yg komplain dgn bahan kaos non cotton. Hanya saja hasil akhir masih belum bisa bagus sekali setara dgn hasil sablon manual di distro2.

Ecosolvent

Jenis tinta:
khusus ecosolvent ink

Jenis printer:
wide format printer (Biasa buat digital printing indoor/outdoor)

Kertas:
khusus stretch ecosolvent

Proses:
1. Design
2. Print dgn tinta printer ecosolvent diatas kertas khusus.
3. Cutting dgn mesin cutting plotter
4. Letakan di atas kaos.
5. Press dgn mesin heatpress (200 derajat, 10 detik)

Keuntungan:
1. Bahan stretchable (spt karet)
2. waterproof
3. Full color
4. Bisa dibahan kain apa saja (termasuk bahan utk olahraga air)

Kerugian:
1. modal besar (mesin wide format dan cutting plotter)

target market:
Utk personal atau group yg mengutamakan kualitas baik kualitas kaos ataupun hasil print. Harga jual kaos lebih tinggi dari digital t-shirt lainnya.

Flex

Jenis tinta:
Gak pake tinta lah yauw!

Kertas:
Thermo flex (macam2 namanya tp rata2 menggunakan kata2 Flex)
kalao pada bingung flex itu apaan: itu loh kertas cutting sticker khusus utk kaos. Kertasnya udh berwarna (solid, gold, silver, reflective, glitter, glowinthedark, dsb)

Printer:
Gak pake printer lah yauw!

Plotter:
Cutting plotter (atau kalao mau ya gunting2 sendiri atau pake cutter manual)

Proses:
1. Design
2. Sebelum cutting, mirror dulu gambarnya.
3. Cutting dgn mesin cutting sticker (yg ukuran A4 murah tuh)
4. bagian yg dicutting adalah bagian belakang kertas, bukan yg ada plastiknya.
5. peal bagian2 yg gak perlu.
6. Letakan di atas kaos, posisi menghadap ke atas
7. Press dgn mesin heat press (150 derajat, 10 detik)

keuntungan:
1. warna solid atau camuflage, reflective, gold, glitter, dsb
2. Proses cepat dan gak pake ribet.
3. Bisa di kaos bahan apa saja warna apasaja.

Kerugian:
1. Hanya utk design warna solid, bukan gradasi atau million colors.

Target market:
exclusice t-shirt, costum t-shirt, utk yg mengutamakan kualitas. Efektif utk kaos satuan.

Flock

Jenis Tinta:
Sublime

Jenis kertas:
Flock (kertas berserat fiber, tekstur seperti beludru)

Jenis printer:
Inkjet printer (epson)

Plotter:
Cutting plotter (kalau nggak ya gunting2 ndiri aja manual)

Proses:
1. Design.
2. Print mirror dgn tinta sublimation pada kertas hvs/inkjet
3. letakan diatas flock. Posisi gambar menghadap kertas flock
4. Press dengan mesin heatpress (200 derajat 10 detik)
5. Cutting dgn cutting plotter
6. Letakan di atas kaos. Posisi menghadap ke atas.
7. Press dgn heat press (150 derajat 10 detik).

Keuntungan:
1. Bahan bertekstur spt beludru.
2. Warna dapat million colors.
3. Bisa di atas bahan apa saja. Bahkan bisa di combine dgn flex.

Kerugian:
1. Pekerjaan dua kali transfer.
2. Modal sedikit lebih besar karena ada cutting plotter (walaupun merk cunkuo udah murah2 sekitar 3 jt an dgn ukuran potong lebar bisa 60-90 cm.

Target market:
Seperti flex, efektif utk exclusive custom t-shirt.

sumber: internet.

HowTo: Find switchport for a MAC Address on a Cisco Catalyst Switch

Tags

, , , , ,

If you have a big network with multiple Access Switches connecting to the core switches or routers then tracing a device like a PC or a laptop for troubleshooting or security purposes is one of those tasks that you often end up doing. This is not a difficult task but can certainly be time consuming.

Lets start with an IP address on hand. If you have an IP address on hand quickly ping and check if the device is pingable. If yes, then simply logon to one of your core switches or routers and do a simple sh ip arp

Core1# sh ip arp 192.168.1.15

Protocol  Address          Age (min)  Hardware Addr   Type   Interface
Internet  192.168.1.15           22   0000.1111.1111  ARPA   Vlan1

From the above you know the MAC Address of for the device:

IP Address : 192.168.1.15
MAC Address : 0000.1111.1111

Now, do a show mac-address command on the core switch or router. This will show the interface to which it is connected or through which it is learned.


Core1# sh mac-address-table address 0000.1111.1111

Legend: * – primary entry
age – seconds since last seen
n/a – not available

 vlan   mac address     type    learn     age              ports
——+—————-+——–+—–+———-+————————–
Supervisor:
*   1  0000.1111.1111   dynamic  Yes         10   Te1/1

This indicates that the device is either connected to the port or though another switch which is connected to the interface. Looking at this, it is very likely that this is a uplink (TenGigabit Ethernet link) to another Distribution or Access switch.

Sometimes, the output might show as follows [note the Po1]


Legend: * – primary entry
age – seconds since last seen
n/a – not available

 vlan   mac address     type    learn     age              ports
——+—————-+——–+—–+———-+————————–
Supervisor:
*   1  0000.1111.1111   dynamic  Yes         10   Po1

This indicates that there is a etherchannelis being setup. So do a “show etherchannel” command to find the phsycial ports that are paired.


Core1# show etherchannel summary
Flags:  D – down        P – bundled in port-channel
I – stand-alone s – suspended
H – Hot-standby (LACP only)
R – Layer3      S – Layer2
U – in use      f – failed to allocate aggregator

 M – not in use, minimum links not met
u – unsuitable for bundling
w – waiting to be aggregated
Number of channel-groups in use: 6
Number of aggregators:           6

Group  Port-channel  Protocol    Ports
——+————-+———–+———————————————–
1      Po1(SU)          -        Te1/1(P)   Te2/1(P)

This shows the ports Te1/1 or Te2/1 as a source through which the address is learnt.

Now, do a “show cdp neighbors” to show the directly connected devices.


Core1# sh cdp neighbors

Capability Codes: R – Router, T – Trans Bridge, B – Source Route Bridge
S – Switch, H – Host, I – IGMP, r – Repeater, P – Phone

Device ID        Local Intrfce     Holdtme    Capability  Platform  Port ID
Access1          Ten 1/1            129         R S I     WS-C6509  Ten 1/1

That tells you, it is the Access switch 1 that is connected to Te1/1 and not the device itself.

Now, log onto the Access switch and do a “show mac-adddress-table” command for the MAC address and that should show the interface to which it is connected

[NOTE: unless it is a distribution switch to again there are a bunch of Access switches connected in which case, you need to go through the whole procedure as above again]


Access1# show mac-address-table 0000.1111.1111 

 vlan   mac address     type    learn     age              ports
——+—————-+——–+—–+———-+————————–
Supervisor:
*   1  0000.1111.1111   dynamic  Yes         10   Gi1/24

As you can see which port the device is connected and on which switch.

Now do a “show interface” command to show the port details.


Access1>sh int gigabitEthernet 1/24

GigabitEthernet1/24 is up, line protocol is up (connected)
Hardware is C6k 1000Mb 802.3, address is xxxx.xxxx.xxxx (bia xxxx.xxxx.xxxx)
MTU 1500 bytes, BW 1000000 Kbit, DLY 10 usec,
reliability 255/255, txload 1/255, rxload 1/255
Encapsulation ARPA, loopback not set
Keepalive set (10 sec)
Full-duplex, 1000Mb/s
…..
…
..
.

There you go you found the device switchport that you tried to trace!!!

source: here

Tips Meredam Hipertensi

Tags

Dear All,

Terkadang kita membayangkan penderita hipertensi adalah orang yang suka marah-marah atau setidaknya mudah marah. Ternyata tidak seperti itu, banyak penderita yang tidak tampak secara fisik namun ternyata
mengidap hipertensi.

Penderita yang datang ke dokter umumnya kondisinya sudah parah, karena tidak tahu dirinya mengidap hipertensi. Secara medik, Tekanan darah 14./90 (sistolik/diastolik) mm Hg atau lebih, menandakan kita mengidap hipertensi. Tekanan darah yang sehat adalah 120/80 mm Hg. Jika tekanan darah antara 120/80 mm Hg dan 139/89 mm Hg, beresiko dua kali lipat berkembang menjadi hipertensi.

Penderita usia muda (di bawah 30 tahun) umumnya mengidap hipertensi sekunder, yang penyebabnya sudah diketahui pasti. Seperti minum pil KB, gangguan fungsi ginjal, gangguan keseimbangan hormon. Hipertensi yang muncul bersamaan dengan meningkatnya usia, stres, dan faktor keturunan, lazim disebut hipertensi primer.

Pengidapnya biasanya berusia tengah baya (30-50 tahun). Sembilan puluh persen pengidap hipertensi termasuk kategori ini. Perilaku buruk, seperti merokok, kurang berolahraga, suka makanan asin dan fast food, makan dengan kalori berlebihan, dan kegemukan, memberi andil terhadap munculnya hipertensi.

Nah, berikut anjuran ringkas menangkal dan meredakan hipertensi.

Continue reading

Love your job but never fall in love with your company

Tags

,

Seorang CEO sebuah perusahaan IT dari India berbicara dalam sebuah sesi dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO tersebut termasuk dalam 50 orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di Asia (dirilis oleh majalah
Asiaweek).
Inti ceritanya adalah:

CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH CINTA KEPADA PERUSAHAANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN PERUSAHAANMU BERHENTI MENCINTAIMU
– Narayana Murthy.

Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara mendalam, berikut kutipan kata-katanya:
“Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa diantaranya melakukan hal tersebut karena diburu-bur u oleh deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan.
Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur hanyalah bersifat sewaktu-waktu saja. Ada pula yang menjalani jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama bertahun-tahun: entah karena orang-orang ini merasa telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa juga disebut workaholic.

Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur, kondisi tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam rentang waktu yang lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi yang menjalaninya untuk membuat kesalahan. Rekan-rekan saya yang saya kenal sering bekerja lembur, sering membuat kesalahan karena faktor kelelahan. Membetulkan kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri, melainkan orang lain yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja bersamanya.
Continue reading

Pertolongan Pertama – Kedaruratan Dalam Rumah Tangga

Tags

“Masyarakat umum khususnya ibu-ibu rumah tangga perlu tahu penanganan dan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dalam keadaan darurat di rumah tangga sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar dr. Jose Rizal Zurnalis, SpBO dari Sakit Umum Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Ternyata bentuk kecelakaan dalam rumah tangga bisa bermacam-macam. Dari yang paling ringan, seperti tersengat listrik bertegangan rendah, jatuh dari tangga, luka bakar karena tersiram air panas, keracunan bahan kimia dalam rumah tangga, tersedak makanan sampai memberikan pertolongan pertama pada seseorang yang terkena serangan jantung atau asma.

Sulitkah memberikan pertolongan pertama ini?

“Memberikan pertolongan pertama pada penderita, terutama pada anak-anak tidak sesulit yang Anda bayangkan. Kuncinya hanya satu, jangan panik dan cobalah untuk menguasai situasi,” ujar dr. Nina Irawati, SpTHT dari Sakit Umum Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. “Perlu untuk diingat bahwa sekecil atau seringan apapun kejadian kecelakaan dalam rumah tangga, jangan pernah dianggap sebagai hal sepele. Semuanya harus ditangani dengan serius dan hati-hati,” ujar dr. Nina menambahkan.

Ingin tahu lebih detil penjelasan mengenai dasar-dasar pertolongan pertama? Nah, berikut ini dr. Jose Rizal Zurnalis, SpBO memberikan panduannya:

Continue reading

Raih Sukses dengan Berpikir ke Depan!

Tags

, , ,

Bagaimana caranya berpikir ke depan? Berikut ini adalah cara berpikir ke depan agar karir Anda menjulang:

* Pelajari kondisi perusahaan
Walau sesibuk apapun Anda bekerja, luangkan waktu Anda sejenak untuk mempelajari kondisi perusahaan. Cari tahu apa tujuan perusahaan di masa depan. Baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pelajari apa yang tengah
terjadi saat ini di perusahaan Anda. Jangan sampai kesibukan menyebabkan Anda ketinggalan informasi terkini tentang perusahaan. Salah satu cara mengetahui berbagai informasi tentang kantor adalah dengan cara melibatkan diri dalam pergaulan di kantor. Ini akan sangat membantu ketimbang cuma sibuk di depan komputer. So, walau sibuk berat, jangan sampe lupa sosialiasi dan bergaul loh!

* Jangan bekerja sendiri
Jika Anda menghadapi kesulitan dalam bekerja, jangan paksakan menyelesaikannya sendiri. Daripada susah payah memeras otak sendirian, lebih baik Anda minta bantuan pada rekan-rekan atau atasan Anda. Diskusikan solusi untuk menyelesaikan kesulitan yang Anda hadapi. Siapa tahu ide dan saran mereka bisa membantu.

* Satu visi dengan atasan

Staf dan bos sudah selazimnya bisa seiring sejalan agar bisa bekerja sama. Untuk lebih memudahkan kerjasama Anda dengan bos, sebaiknya ketahui dan pelajari visi atasan Anda terhadap perusahaan. Untuk mengetahuinya, di saat yang tepat lakukan komunikasi dengan bos. Dari obrolan ringan yang Anda lakukan, giring pembicaraan sampai Anda mengetahui visinya. Dengan mengetahui visinya, Anda bisa bekerja secara maksimal dan bersama-sama mencapai tujuan. Ini bisa membantu Anda mencapai jenjang karir yang Anda inginkan.

Continue reading